Hari ini aku menuliskan sepenggal kisah
dari ruang tunggu keberangkatan Bandara Internasional Soekarno-Hatta,
Tangerang. Ruang tunggu tak seramai hari-hari biasanya. Yah, maklumlah aku
memutuskan memilih jam penerbangan siang tepat di Hari Raya Idul Adha. Selesai
shalat Ied, aku masih sempat mencicipi lontong sayur dan rujak buatan bude yang
enaknya luar biasa. Berhubung hari raya, mbakku, pakde, dan bude tidak bisa
mengantar ke bandara. Aku pun tidak begitu suka diantar ke bandara. Karena menurutku
bandara adalah tempat perpisahan yang paling tak mengenakkan. Aku menumpangi
taksi dari rumah di daerah Kebon Jeruk menuju bandara. Keberangkatanku dilepas
dengan tangisan bude yang sedihnya bukan main.