Senin, 01 Desember 2014

Komunikasi dan Silaturahmi

Terkadang komunikasi yang memisahkan kita, tapi komunikasi juga yang akhirnya mampu menyatukan kembali silaturahmi yang terputus (Nina Septiani)
Sepenggal kalimat dengan tagar #ShareofMe yang dikutip dari akun instagram Nina Septiani seperti tanda pengingat di pagi pertama Desember ini. Hal sepele yang terkadang disadari atau tidak sering kita lupakan. Menjaga komunikasi. Komunikasi menjadi salah satu bentuk silaturahmi yang sering kali dianggap sepele. Terlebih lagi jika antara satu individu dengan individu lainnya saling berjauhan. 

Minggu, 22 Juni 2014

Sepenggal Kisah Di Balik Nasi Briyani

Rutinitas saya setiap pagi setelah shalat Subuh adalah mulai membuat cake-cake yang sudah menanti dalam list order. Biasanya menjelang pukul 08.00 pagi saya suka menyalakan TV dan menyimak perkembangan berita. Program pagi favorit saya Editorial Media Indonesia dan 8-11 Show. Tapi tiga minggu belakangan ini saya malas menyimak aneka program berita dari saluran televisi berita manapun. Pasalnya jelas, menjelang pilpres 9 Juli nanti, dua saluran televisi yang sebut saja TV Biru dan TV Merah jelas-jelas menjadi corong kaum-kaum dan partai-partai berkepentingan dari dua kubu yang akan berlaga di pilpres 9 Juli nanti.

Kamis, 22 Mei 2014

Kita dan Cerita Kita

Jam dinding sudah menunjukkan pukul dua belas tepat. Tadinya mata saya sudah hampir memejam. Tapi berjuta pikiran melayang-layang di atas kepala. Teringat pada satu kalimat singkat seorang sahabat di media sosial twitter yang membuat saya bangkit dan mengecek ulang apa isi pesannya. Lalu saya tersadar, dia sedang mengalami sesuatu yang saya tidak tahu. Sebelumnya dalam sebuah pesan singkat lewat BBM dia pernah mengatakan ada yang ingin diceritakannya, tapi nanti. Lalu saya pun lupa menagih cerita itu. Pertama jujur saya hampir tak ingat. Kedua, dia pun tampaknya sedang amat sangat disibukkan dengan tugas kuliahnya.

Senin, 28 April 2014

Sebuah Rencana Tuhan

Hidup bagiku adalah sebuah rencana. Ya, awalnya..
Tapi ketika aku dihadapkan pada satu rencana yang tidak berjalan seperti apa yang aku rencanakan, apa yang harus aku lakukan?

Ah, aku terlalu bingung harus bagaimana menuliskannya, karena memang tidak setiap hal dapat dituliskan. Ada beberapa hal yang hanya bisa dirasakan.
Ketika aku menuliskannya, maka siapapun dapat membacanya..
Tapi ketika aku hanya merasakannya, tak ada seorangpun yang bisa ikut merasakan apa yang sebenarnya aku rasakan..

Selasa, 15 April 2014

Alhamdulillah, I'm 24th

Alhamdulillah, aku sah berusia 24 tahun! Usia yang sudah cukup dewasa menurut banyak orang, juga usia yang sudah cukup matang untuk menyempurnakan sebagian dari agama (baca: menikah) hehehe..

Tak ada yang terlalu istimewa dari 5 April tahun ini. Tapi kesan yang berbeda dari tiap 5 April yang aku lalui itu selalu ada. Tahun ini sama seperti tahun lalu, tak ada cake. Alasan paling klisenya adalah, "Masak iya seorang cake maker kami kasih cake yang dijual di toko, malu kami yang ngasih." Demikian alasan dari keluarga dan teman-teman terdekatku tiap kali aku menagih cake ulang tahun. Ya, jadi kesimpulannya 5 April tahun ini tanpa cake dan buket bunga mawar merah yang amat sangat aku inginkan. Tapi tetap saja ada kesan tersendiri, yaitu ketika orang-orang terdekatku masih mengirimkan doa-doa terbaik mereka untuk aku yang lebih baik lagi ke depannya. Insyaallah..