Jam dinding sudah menunjukkan pukul dua belas tepat. Tadinya mata saya sudah hampir memejam. Tapi berjuta pikiran melayang-layang di atas kepala. Teringat pada satu kalimat singkat seorang sahabat di media sosial twitter yang membuat saya bangkit dan mengecek ulang apa isi pesannya. Lalu saya tersadar, dia sedang mengalami sesuatu yang saya tidak tahu. Sebelumnya dalam sebuah pesan singkat lewat BBM dia pernah mengatakan ada yang ingin diceritakannya, tapi nanti. Lalu saya pun lupa menagih cerita itu. Pertama jujur saya hampir tak ingat. Kedua, dia pun tampaknya sedang amat sangat disibukkan dengan tugas kuliahnya.
Ya, saya dan sahabat-sahabat terdekat saya sekarang berada di kota berbeda. Mereka sedang menempuh pendidikan S2 di dua kota berbeda, Jakarta dan Semarang. Saya tahu pasti jadwal dan perhatian mereka sepenuhnya tersita untuk perkuliahan yang sudah barang tentu beratnya luar biasa. Jujur, seminggu atau dua minggu sekali kami tak tentu bertegur sapa. Tapi ada saat-saat dimana saya sangaaattt merindukan mereka. Ya, saya masih berada di kota kami dahulu. Masih sedang memperjuangkan impian sederhana saya. Kita sangat jarang berkomunikasi. Alasannya jelas kesibukan masing-masing. Bertegur sapa hanya sesekali dalam sebaris kalimat singkat lewat jejaring sosial atau pesan pribadi.
Sesungguhnya saya merindukan masa-masa dimana dulu kami bisa saling berbalas puluhan kalimat menguatkan atau sekadar cela-celaan lewat pesan pribadi. Kadang hanya sebuah kiriman emoticon " :( " saja kita bisa ngobrol hingga berjam-jam. Dari kalimat serius berujung dengan kalimat ledekan. Saya merindukan saat-saat kami bisa bercerita panjang lebar tanpa terhambat kesibukan masing-masing.
Tapi sekarang kondisinya tidak bisa sama seperti dulu. Kita sekarang punya kesibukan yang berbeda. Saat saya senggang, mereka sedang berkutat dengan puluhan tugas dan review atau presentasi. Saat mereka senggang justru saya sedang disibukkan dengan orderan cake yang membludak. Tapi jarak antara kami menjadikan kami lebih kuat. Kuat untuk menghadapi masalah sendiri. Paling tidak kita masih punya Yang Maha Mendengarkan untuk kita bercerita :) Sampai jumpa pada masa dimana kita bisa berbagi cerita, tawa, pelukan, dan ledekan lagi seperti dahulu. Simpan dulu sejuta cerita kita sampai saat itu :)
Salam cinta dari Kutaraja teruntuk sahabat-sahabatku di tanah rantau
(Kutaraja, 22 Mei 2014, 00.32 AM)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar