Jam dinding sudah menunjukkan pukul dua belas tepat. Tadinya mata saya sudah hampir memejam. Tapi berjuta pikiran melayang-layang di atas kepala. Teringat pada satu kalimat singkat seorang sahabat di media sosial twitter yang membuat saya bangkit dan mengecek ulang apa isi pesannya. Lalu saya tersadar, dia sedang mengalami sesuatu yang saya tidak tahu. Sebelumnya dalam sebuah pesan singkat lewat BBM dia pernah mengatakan ada yang ingin diceritakannya, tapi nanti. Lalu saya pun lupa menagih cerita itu. Pertama jujur saya hampir tak ingat. Kedua, dia pun tampaknya sedang amat sangat disibukkan dengan tugas kuliahnya.