Senin, 28 April 2014

Sebuah Rencana Tuhan

Hidup bagiku adalah sebuah rencana. Ya, awalnya..
Tapi ketika aku dihadapkan pada satu rencana yang tidak berjalan seperti apa yang aku rencanakan, apa yang harus aku lakukan?

Ah, aku terlalu bingung harus bagaimana menuliskannya, karena memang tidak setiap hal dapat dituliskan. Ada beberapa hal yang hanya bisa dirasakan.
Ketika aku menuliskannya, maka siapapun dapat membacanya..
Tapi ketika aku hanya merasakannya, tak ada seorangpun yang bisa ikut merasakan apa yang sebenarnya aku rasakan..


Yang aku tahu aku hanya perlu hati yang lebih kuat menghadapi segalanya
Karena segala rencanamu bisa dikalahkan oleh rencana-Nya..
Kadang sakitnya memang luar biasa, tapi percayalah bahwa:
Tiap usaha pasti punya nilai, tiap air mata yang mengalir pasti punya hikmah.
Tiap peluh dan lelah pasti punya makna, dan Allah tidak pernah tidur untuk itu. Hanya saja waktu sedang bergulir lebih lama untuk tiap-tiap yang diusahakan, untuk air mata yang mengalir, serta untuk peluh dan lelah yang tak berkesudahan.
Tapi sekali lagi Allah tidak pernah tidur.
Segalanya akan indah pada waktunya, tidak sekarang..mungkin nanti, karena rencana-Nya adalah rencana yang paling sempurna :)

(Sebuah tulisan yang tersimpan sebagai draft dan tidak sempat dipublikasikan. Tulisan ini sebenarnya ditulis pada 5 Januari 2013 pada situasi penulis yang amat sangat tidak stabil. Tulisan ini dipublikasikan karena maknanya yang begitu dalam menurut saya, hhe..)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar