Selasa, 15 Oktober 2013

Aku Pulang!

Hari ini aku menuliskan sepenggal kisah dari ruang tunggu keberangkatan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Ruang tunggu tak seramai hari-hari biasanya. Yah, maklumlah aku memutuskan memilih jam penerbangan siang tepat di Hari Raya Idul Adha. Selesai shalat Ied, aku masih sempat mencicipi lontong sayur dan rujak buatan bude yang enaknya luar biasa. Berhubung hari raya, mbakku, pakde, dan bude tidak bisa mengantar ke bandara. Aku pun tidak begitu suka diantar ke bandara. Karena menurutku bandara adalah tempat perpisahan yang paling tak mengenakkan. Aku menumpangi taksi dari rumah di daerah Kebon Jeruk menuju bandara. Keberangkatanku dilepas dengan tangisan bude yang sedihnya bukan main.

Ya, hampir dua bulan sudah aku menjalani hari-hari di ibukota. Tujuannya satu, mengejar karir dan cita-cita. Ya, aku sudah bertekad pascawisuda untuk menjajal peruntungan di dunia jurnalistik. Pilihannya cuma satu, Jakarta. Sayangnya peruntunganku agak sedikit meleset. Justru aku bertahan di ibukota dan harus melakukan semua sendiri demi mengikuti serangkaian proses seleksi di salah satu Bank BUMN ternama. Pikirku saat itu, tak masalah sambilan menunggu panggilan tes selanjutnya dari salah satu televisi swasta yang pernah kuikuti. Tapi rencanaku meleset. Proses recruitment televisi swasta itu berjalan lebih lama dari yang kubayangkan. Sedangkan proses seleksi di Bank BUMN yang tak sengaja kuikuti justru sudah memasuki tahap medical check up, oh no!

Berselang seminggu sudah pasca medical check up aku belum dihubungi untuk tahapan selanjutnya. Permintaan Mama dan Papa akhirnya mau tak mau membuatku harus pulang dahulu kembali ke Aceh. Ya sudahlah. Saat itu aku sudah mulai berpikir, kembali sama artinya aku harus memulai semuanya yang baru saja akan aku jalani dari NOL! Keterbatasan ruang gerak untuk melakukan hal yang bisa mempermudah pencapaian cita-citaku dan tentu saja memulai kembali untuk memeroleh ijin merantau!


Ah sudahlah, kurasa cukup. Jika diteruskan mungkin aku bisa menghabiskan berjam-jam untuk mencurahkan semuanya. Kemungkinan besar juga aku akan ketinggalan pesawat karena terlalu asyik bercerita. Aku teruskan lagi nanti (tepatnya entah kapan, hhe..) [PA]

Foto ini diambil di ruang tunggu keberangkatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar